Antara ucapan dan perbuatan. Antara teori dan kenyataan. Memang seringkali bertolak belakang. Kita mengaku berke-Tuhan-an Yang Maha Esa, tetapi perilaku kita seringkali bertolak belakang dengan nilai-nilai ke-Tuhan-an itu sendiri. Kita mengaku dan meyakini Tuhan itu Maha Esa. Tetapi di lain waktu kita memper-Tuhan-kan lagi yang lainnya. Adakalanya kita memper-Tuhan-kan uang, harta, jabatan, kedudukan, pangkat, kekuasaan, dan lain sebagainya. Tempo-tempo kita memper-Tuhan-kan akal pikiran kita sendiri yang kita tempatkan di atas nilai-nilai ke-Tuhan-an yang sudah kita yakini. Namun seringkali kita masih mempertanyakannya, memperdebatkannya dan mengkritisinya berdasarkan logika pikiran kita sendiri dengan pertimbangan HAM, Perikemanusiaan, Perikeadilan, Norma, Hukum dan lain sebagainya.
Masihkah aqidah kita lurus dan benar, jika kita masih menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan kita? Masihkah aqidah kita lurus dan benar, jika kita masih tidak rela atas kekalahan kita? Masihkah aqidah kita lurus dan benar, jika kita masih tidak rela atas kegagalan kita? Masihkah aqidah kita lurus dan benar, jika kita masih melakukan praktek-praktek kotor di dalam menjalankan pekerjaan kita? Masihkah aqidah kita lurus dan benar, jika kita sudah tidak mau perduli lagi akan nasib orang-orang di sekitar kita?
Nilai-nilai ke-Tuhan-an atau agama tidak mengajarkan kepada kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak terpuji. Agama mana pun, terlebih lagi agama Islam. Contoh kehidupan Baginda Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah contoh yang nyata untuk menjadi suri tauladan kita di dalam menjalani kehidupan dan penghidupan ini. Perilaku hidup yang jujur, amanah, mementingkan kemaslahatan umat menjadi ciri khas kehidupan hamba-hamba Allah yang beriman kepada Allah SWT.
Masihkah ada nurani di dalam hati kita? Masihkah ada tersisa rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama kita? Masihkah ada rasa takut akan dosa dan azab dari Allah SWT? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing, karena kita tidak bisa mengatur kehidupan yang lainnya. Hanya sebatas saling mengingatkan, sebagaimana diajarkan oleh agama.
Wallahu a'lam.
*****
No comments:
Post a Comment