Tuesday, 1 September 2020

Jadilah Dirimu Sendiri

Bukan soal siapa dirimu yang penting, tetapi apa yang engkau lakukan itulah yang lebih penting. Identitas dan jati diri memang penting, tetapi sikap dan perbuatan jauh lebih penting lagi. Nama baik yang dipupuk dengan pencitraan hanya semu dan menipu, tidak akan berbanding lurus dengan kenyataan hidup yang aktual. Tetapi sikap dan perbuatan yang sudah membumi, sudah otomatis akan memberikan pencitraan tersendiri yang jauh lebih jujur dan lebih kongkrit, tanpa direkayasa.

Memang tidak sedikit orang yang punya dua atau lebih wajah yang berbeda. Orang-orang yang memakai topeng dan kedok saat tampil di dalam pelbagai kesempatan yang berbeda. Orang-orang seperti ini bisa dikategorikan sebagai kelompok orang-orang yang munafik atau orang-orang palsu.

Karena Islam mengajarkan kepada kita untuk hidup apa adanya, tidak berdusta, apalagi menipu orang lain, juga tidak menipu diri sendiri. Hitam bilang hitam, putih bilang putih, bilang apa adanya. Tanpa topeng dan kedok kemunafikan, atau kepalsuan. Baik di tempat yg terang maupun di tempat yang gelap. Baik dilihat orang lain ataupun tidak dilihat oleh orang lain. Dikala sendiri dan menyendiri, juga dikala ramai di tempat umum Tidak ada wajah yang berbeda pada wajah diri kita, tidak ada pribadi yang berlainan pada pribadi diri kita.

Saya adalah saya, aku adalah aku, beginilah saya atau aku adanya, hitam ataupun putih tidak ada yang disembunyikan. Jujur terhadap diri sendiri, jujur juga kepada orang lain. Tidak menipu orang lain, tidak juga menipu diri sendiri.

Tampil apa adanya, ringan dan enjoy, tanpa beban sedikit pun yang memberati punggungnya, tanpa ikatan atau aturan harus begitu atau begitu. Sungguh, seorang pribadi yang bebas dan merdeka, tetapi disiplin dan bertanggung jawab.

Wallahu a'lam.

*****


No comments:

Post a Comment