Monday, 11 May 2020

Agama Itu Mudah, Tetapi Janganlah Dipermudah

Agama itu mudah, tetapi janganlah dipermudah, sehingga menyepelekannya. Agama itu tidak sulit, maka janganlah dipersulit, sehingga orang-orang menjauhinya.

Agama itu mudah karena sesuai dengan fitrah manusia. Dan Allah tidak membebani manusia di luar batas kemampuannya. Sesungguhnya Allah menyukai kemudahan dan menyukai orang-orang yang memberikan kemudahan bagi saudara-saudaranya.

Agama itu tidak sulit karenanya janganlah dipersulit, sehingga menjauhkan manusia dari ajaran-Nya. Membuat manusia menjadi enggan untuk belajar agama dan memandangnya sebagai sesuatu yang terlalu tinggi ngawang-ngawang. Sehingga membuat sekat pemisah antara dirinya dengan orang-orang yang dipandangnya sebagai golongan suci.

Padahal agama itu merupakan rahmat-Nya bagi semesta alam raya.

Agama itu bukan hanya mudah, tetapi juga tidak kaku namun fleksibel, lentur melihat dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi manusianya, juga jamannya. Itulah ketentuan dari Rabb Yang Maha Bijaksana.

Seperti ibadah haji yang wajib, wajib bagi orang yang mampu di jalannya  (menunaikannya). Tetapi tidak memaksakan (mewajibkan) bagi orang yang tidak mampu (untuk menunaikannya).

Mampu disini artinya kuat berjalannya (atau menempuh perjalanannya) menuju ke Baitullah, tidak dalam keadaan sakit, atau jika memerlukan biaya (misalnya untuk ongkos transportasinya) maka mempunyai cukup uang untuk ongkosnya. Termasuk untuk bekalnya selama menunaikan ibadah haji dan untuk bekal bagi keluarga yang ditanggungnya selama ditinggalkan menunaikan ibadah haji (tentu saja bukan hasil ngutang). Juga tidak ada kerabat ataupun tetangganya yang berdekatan yang mengalami kesusahan hidupnya sehari-hari.

Kenapa? Karena kalau masih ada kerabatnya ataupun tetangganya yang berdekatan yang tengah mengalami kesulitan hidupnya. Maka menolongnya lebih utama daripada pergi menunaikan ibadah haji dengan tidak membiarkan kerabatnya ataupun tetangganya yang sedang berkesusahan. Sedangkan pahala dari niatnya untuk menunaikan ibadah haji yang tidak terlaksana, karena lebih mengutamakan menolong kerabatnya atau tetangganya yang sedang berkesusahan. Tetap bisa didapatkannya tanpa dikurangi sedikitpun, insya Allah.

Agama itu tidak sulit, sesungguhnya manusianya itu sendiri yang suka mempersulit dirinya sendiri.

Seperti misalnya bersuci, jika ada air maka pergunakanlah air, jika tidak ada air maka cukuplah dengan tayamum. Atau jika ada air tetapi sedang sakit dan divonis oleh dokter tidak boleh kena air, maka cukuplah dengan tayamum juga.

Begitupun shalat jika mampu berdiri, shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu berdiri, shalatlah sambil duduk. Jika tidak mampu duduk, shalatlah sambil berbaring. Jika tidak mampu berbaring, itulah orang mati yang harus dishalatkan!

Wallahu a'lam.

*****


No comments:

Post a Comment