Thursday, 14 May 2020

Islam Dan Tradisi Budaya Masyarakat

Islam terlahir di jazirah Arab, diturunkan dan menyebar menggunakan bahasa Arab. Dan ada beberapa hal dari tradisi budaya bangsa Arab yang diadopsi karena kesesuaiannya dengan syariat islam, misalnya tata caranya berpakaian yang menutupi aurat.

Juga bahasanya yang dipakai untuk mengerjakan amal ibadah seperti shalat, sehingga seragam menggunakan satu bahasa Arab dimanapun berada dan apapun suku bangsanya.

Tetapi islam tidak identik dengan Arab ataupun bahasa Arab, ataupun ke-Arab-Araban. Karena tidak semua hal yang berasal dari Arab itu islami. Tidak pula semua hal yang menggunakan bahasa Arab itu islami.

Sebagaimana tradisi dan perayaan hari ulang tahun yang berasal dari budaya Barat yang non muslim. Meskipun diubah menggunakan bahasa Arab menjadi milad juga. Tetaplah itu bukan ajaran islam dan tidak menjadikannya islami. Karena pembawa risalah islam, Rasul-Nya tidak pernah mengajarkannya ataupun memberikannya contoh.

Dan yang jelas setiap umat dan suku bangsa itu akan mempunyai hari raya ('ied)-nya sendiri-sendiri, adapun hari raya ('ied) umat islam yang disyariatkan-Nya itu adalah,
1. hari ‘Arafah (9 Dzulhijjah), 2. hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah), 3. hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah), 4. hari raya ‘Idul Fithri (1 Syawwal), dan 5. hari Jum’at (untuk setiap pekan).

Begitupun dengan ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam, meskipun diubah menggunakan bahasa Arab menjadi shobaakhul khoir, thooba nahaaruk, thooba yaumuk dan masaa'ul khoir, tetap saja itu tidak menjadikannya islami. Karena yang disyariatkan-Nya adalah ucapan salam, assalamu'alaikum, ucapan salam yang juga mengadung do'a untuk keselamatan sudaranya.

Untuk memberikan ucapan dan do'a kepada teman dan sahabat, atau saudara dan kerabat yang dicintai, tidak perlu menunggu hari yang diklaim istimewa setahun sekali.

Islam mengajarkan kepada kita untuk mengucapkan salam teriring do'a keselamatan setiap saat berjumpa, kapan pun dan dimanapun. Dengan teman dan sahabat, dengan saudara dan kerabat, bahkan dengan siapapun yang dikenal ataupun tidak dikenal. Tanpa membedakan warna kulitnya, suku bangsanya, ataupun agamanya. Karena pada prinsipnya semua orang di empat penjuru adalah bersaudara.

Wallahu a'lam.

*****


No comments:

Post a Comment