Kepandaian dan jenjang pendidikan, juga kerja keras dan kegigihan usaha seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan hidup yang berhasil diraihnya. Ada banyak faktor dan variabel yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah faktor keberuntungan (kehendak-Nya).
Untung dan malang seseorang tidak bisa diprediksi. Juga tidak bisa dianalisa. Semua itu adalah rahasia Illahi (takdir-Nya).
-
"Jodoh, rezeki dan maut setiap orang sudah ada garis takdir-Nya."
Ketika seseorang bisa meraih keksuksesan hidupnya dengan hasil kerja kerasnya yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah. Bahkan, mungkin juga jatuh bangun berulangkali sebelum berhasil meraih impian hidupnya. Itulah faktor nasib.
Karena nasib seseorang ada ditangannya sendiri. Di luar faktor keberuntungan (kehendak-Nya) dan takdir (ketentuan-Nya). Apakah ia akan bekerja keras atau tidak? Apakah ia akan berjuang untuk meraih harapannya, cita-citanya dan impian hidupnya atau tidak? Karena Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, jika orang itu sendiri tidak mau mengubah nasibnya sendiri.
Masa depan kehidupan seseorang tidak bisa diramalkan, apalagi bisa dipastikan. Tidak dengan ramalan bintang (zodiak) ataupun mengundi nasib. Tidak juga dengan ramalan tukang ramal (paranormal) ataupun dukun.
Andaikata pun terjadi dan kejadian itu hanyalah suatu kebetulan belaka. Itulah kehendak-Nya untuk menguji keimanannya. Maka janganlah menggantungkan nasib kepada ramalan dan mempercayai ramalan apapun dan bagaimanapun bentuknya.
-
“Katakanlah:
“Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.”
(QS. An Naml: 65).
Wallahu a'lam.
*****
No comments:
Post a Comment