![]() |
| tengah itulah pusat |
Tengah itulah pusat, pusat pengendalian kehidupan. Seperti juga diri kita merupakan pusat dari lukisan langit yang egosentris. Pusat dari jagat semesta alam raya ini, yang berada di luar diri kita, yang kita lihat dengan pandangan mata lahir, dan kita bayangkan dengan khayalan mata hati (imajinasi).
Dimana jagat semesta alam raya ini. Kalau kita lihat ke atas (vertikal) dan kita sapukan pandangan mata ke arah samping kiri dan samping kanan (lengkung). Maka akan tampak sebuah lengkung langit yang seperti kubah raksasa (setengah lingkaran besar dari bola langit). Kalau pandangan mata kita diteruskan oleh bayangan khayal mata hati (imajinasi) ke arah lengkung langit di bagian bawahnya. Maka akan terlukis sebuah bayangan khayal dari lingkaran langit yang seutuhnya. Seperti sebuah bola raksasa, dimana diri kita tepat berada di tengah-tengahnya, di titik pusat bola (lingkaran) langit.
Lengkung langit yang kita lihat seperti sebuah kubah raksasa itu adalah batas kemampuan diri kita memandang dengan mata telanjang, tidak menggunakan bantuan teropong ataupun teleskop.
![]() |
| lukisan langit |
Kalau kita tarik lagi garis lurus dari titik kita berdiri (pijakan kaki di atas permukaan bumi) ke arah benda-benda langit yang berada seperti menempel di atas langit. Seperti bulan, planet-planet dan taburan bintang-bintang yang menghiasi angkasa. Itulah jarak ketinggian benda langit itu dari tempat kita berdiri di permukaan bumi. Dan jaraknya bukan hitungan kilometer lagi, tetapi menggunakan satuan cahaya, bahkan satuan tahun cahaya. Dimana kecepatan cahaya bergerak setara dengan 299.792.458 meter per detik, atau dibulatkan (aproksimasinya) menjadi 300.000 km per detik, maka 1 detik cahaya (light second) setara dengan jarak 300.000 km.
Adapun panjang diameter bumi adalah sekitar 12.742 km, dan panjang garis khatulistiwa bumi (lingkaran lintang 0° ekuator bumi) adalah sekitar 40.070 km. Sedangkan jarak bulan (benda langit yang terdekat) ke bumi adalah sekitar 384.400 km. Sementara jarak planet-planet dan bintang-bintang di langit ke bumi menggunakan satuan tahun cahaya.
Dalam sistem jagat semesta alam raya ini. Bulan hanyalah satelit bumi dan bumi hanyalah salah satu planet. Beserta planet-planet lainnya merupakan bagian dari sistem tata surya (sistem tata matahari), dimana matahari sebagai pusatnya. Dan sistem tata surya kita pun hanyalah sebagian dari sistem galaksi bima sakti (milky way). Sedangkan galaksi bima sakti (milky way) pun hanyalah sebagian saja dari banyaknya sistem galaksi yang ada dan sudah diketahui jumlahnya di jagat semesta alam raya ini, belum terhitung yang belum diketahui.
Maka bisa kita bayangkan betapa luasnya jagat semesta alam raya ini tak akan bisa diketahui dengan pasti batas ujungnya. Sekalipun seumur hidup kita berdaya upaya ingin mengetahuinya. Dan berusaha untuk menembus batas ujung dari cakrawala ini, tentulah akan sia-sia saja.
Wallahu a'lam.
*****


No comments:
Post a Comment