Sudah kodrat kehidupan di dunia ini selalu berpasang-pasangan. Demikian pula dengan pemikiran setiap orang. Ada yang subjektif ada pula yang objektif. Subjektivisme dan objektivisme jelas akan selalu berlawanan dan bertolak belakang karena pendekatannya berbeda.
Jangankan subjektivisme versus objektivisme, sekalipun subjektivisme dengan subjektivisme atau objektivisme dengan objektivisme juga seringkali kontra dan berbenturan atau tidak selalu sejalan seiring selamanya. Maka dari itulah dibuatkan kerangka acuannya, tolok ukurnya dan barometernya yang bisa menjembatani perbedaan pemikiran-pemikiran yang subjektif dan objektif itu agar bisa diterima secara umum sebagai suatu kebenaran, meskipun sifatnya relatif.
Dalam kerangka pemikiran subjektif acuannya adalah norma budaya dan hukum yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan dalam kerangka pemikiran yang objektif barometernya adalah metodologi ilmiah yang berlaku di dunia keilmuan.
Dengan kerangka inilah terdapat kesepakatan yang dimufakati dan bisa diterima secara umum serta lebih universal. Haluannya disearahkan, visi dan misinya disamakan, perbedaannya diminimalkan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan pertentangan yang berlarut-larut. Serta menciptakan perdamaian yang menentramkan dalam harmoni kehidupan dan penghidupan yang selaras. Seperti bunyi slogan yang sering didengungkan bahwa,
-
"Damai itu indah!"
Maka merupakan suatu keniscayaan jika ingin menghilangkan perbedaan pendapat dan keyakinan di antara setiap pribadi dan kelompok orang yang beragam karakter pribadi dan adat istiadat juga tradisi budayanya. Karena perbedaan pendapat ataupun pemikiran itu sudah menjadi fitrah dan kodrat-Nya kehidupan manusia di dunia ini yang wajar, lumrah juga manusiawi. Lagi pula perbedaan itu merupakan salah satu rahmat-Nya yang perlu disyukuri. Bukan untuk diperselisihkan atau dipertentangkan satu dengan lainnya.
Perbedaan pendapat ibarat warna yang beraneka ragam menciptakan semburat pelangi di ujung cakrawala yang indah terlihat. Aneka warna yang ada di dalam suatu wadah atau kerangka yang dinamakan pelangi. Perbedaan yang sudah menciptakan perpaduan warna yang indah untuk dilihat dan dinikmati. Karena satu dengan lainnya kompak bahu-membahu dan bekerjasama dengan baik.
Begitulah kehidupan dan penghidupan di dunia ini yang beragam dan penuh warna tercipta untuk kepentingan hidup manusia seluruhnya. Bukan hanya untuk personal dan sekelompok orang saja. Sehingga kehidupan dan penghidupan ini lebih indah terlihat untuk dinikmati dan lebih dinamis dari waktu ke waktu sepanjang masa.
-
"Menyatukan persamaan dalam sebuah himpunan kebersamaan adalah hal yang mudah dan sudah biasa, tetapi bukan berarti perbedaan tidak bisa dan mustahil untuk dipersatukan dalam sebuah himpunan kebersamaan yang beragam, seperti bunyi semboyan Bhineka Tunggal Ika."
Allahu a'lam.
*****
No comments:
Post a Comment