Monday, 13 April 2020

Jangan Hanya Dirasakan Saja

yang manis belum tentu baik

Ketika segala sesuatu hanya dirasakan saja, mana yang manis dan mana yang pahit. Sementara pikiran suka diabaikan, dan pertimbangan suka dinafikan. Seringkali yang timbul adalah penyesalan di kemudian hari.

Begitulah rasa penyesalan selalu datang belakangan. Tidak pernah di depan, tidak pula ada pemberitahuan sebelumnya. Selalu ketika nasi sudah menjadi bubur. Maka dari itu para leluhur sudah seringkali mengingatkan,

    "Kudu asak-asak nya ngejo bisi tutung tambagana.
    (Harus masak-masak menanak nasi agar tidak hangus tembaganya)."

Dalam hidup ini ada beberapa hal yang dirasa pahit dan menyakitkan itu justru mendatangkan kebaikan. Seperti minum obat atau jamu, atau seperti saat disuntik atau dibedah. Sedangkan yang dirasa manis dan enak itupun ada beberapa hal yang justru kurang baik bagi kesehatan tubuh dan bisa menimbulkan sakit di kemudian hari. Seperti makan kembang gula (permen) ataupun minum es sirup.

Maka dari itulah pikiran diperlukan untuk memilih dan memilah, juga mempertimbangkan baik dan buruknya dampak serta akibatnya ke depan. Jangan selalu memperturutkan perasaan hati dan mengumbar nafsu angkara. Apalagi pakai aji mumpung dan mentang-mentang.

Allahu a'lam.

*****


No comments:

Post a Comment