![]() |
| beragamnya ilmu |
Suatu ilmu, misalnya cara membuat nasi. Menghapalkannya ibarat menghapalkan resep memasak nasi. Menafsirkankannya ibarat menjelaskan lagi tata caranya memasak nasi menurut resep tersebut agar bisa lebih jelas lagi maksudnya. Memahaminya ibarat sudah mengetahui caranya memasak nasi. Mengamalkannya ibarat sudah mengerjakan memasak nasi.
Dari gambaran di atas, maksud dari ilmu itu adalah untuk menghasilkan masakan berupa nasi, nasi itulah tujuan akhirnya.
Sedangkan proses dan tahapan untuk membuat nasi itulah yang panjang. Setiap orang bisa mempunyai cara dan pemahaman yang berbeda-beda. Sehingga tata caranya pun bisa berlain-lainan. Walaupun pada akhirnya akan sama bisa menghasilkan nasi, tetapi kualitas nasinya tentu tidak akan sama persis.
Karena akan ada perbedaan dari caranya memilih beras, caranya mencuci, peralatan yang dipergunakan untuk memasaknya, tingkat kematangannya, dll.
Dan mereka yang sudah bisa mengerjakan memasak nasi, lalu menuliskan lagi resepnya menurut caranya dia bisa mengerjakan memasak nasi. Begitupun yang lainnya, sehingga resep membuat nasi pun bisa semakin banyak jumlah dan ragamnya dan bisa berlainan caranya. Tetapi sama semuanya bisa menghasilkan nasi, meskipun kualitas nasi yang dihasilkannya akan berlain-lainan.
Begitulah beragamnya ilmu pengetahuan tentang sesuatu persoalan ilmu. Karena beragamnya pemahaman orang, akibat beragamnya pikiran dan persepsi setiap orang di dalam memahami dan mengamalkan ilmunya.
Allahu a' lam.
*****

No comments:
Post a Comment