![]() |
| keindahan |
Banyak orang yang memaksakan membuat rumah permanen (tembok) dengan anggaran yang terbatas. Sehingga seringkali hasilnya kepalang tanggung. Jadinya tidak sempurna, bahkan tidak sedikit yang setengah jadi atau asal jadi.
Padahal dengan media kayu banyak pilihan harga (sesuai dengan kemampuap budget). Atau kombinasi tembok, kayu, tripleks, bambu dan bilik bambu, tentu anggarannya akan lebih murah.
Bahkan model rumah rakitan akan lebih praktis dan simpel manakala berpindah tempat, karena bisa dibongkar pasang dengan lebih mudah.
Ini semua pun kembali ke soal mindset. Karena umumnya orang kita punya persepsi bahwa rumah permanen (gedong) kesannya akan lebih wah (mentereng) daripada rumah kayu atau bilik bambu.
Mungkin betul bagi orang yang punya cukup uang untuk membuatnya dengan sempurna, tetapi bagi orang yang tidak punya cukup uang malah jadinya tidak sempurna. Sehingga tidak mempunyai nilai estetika sebagai tempat tinggal yang nyaman dan menyenangkan untuk ditempati.
Aspek keindahan tidak harus selalu serba mahal dan mewah. Asal bisa mengatur dan menata segala apapun bisa dibuat menjadi indah dipandang mata.
Seperti juga taman yang menghiasi halaman rumah. Bisa dibuat sendiri, bisa diatur dan ditata sendiri. Bahkan bukan hanya keindahan saja yang dihasilkan, tetapi juga bisa punya nilai ekonomi, serta manfaat jika yang ditanam seperti tanaman apotek hidup, tanaman buah ataupun sayuran.
Ada banyak jenis tanaman yang mengandung khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, sekaligus bisa diatur dan ditata sebagai tanaman yang menghiasi taman di halaman rumah, selain pohon buah dan sayuran.
Tentu saja semuanya tidak dibiarkan tumbuh begitu saja, tetapi diatur dan ditata, direkayasa dan dibentuk sesuai keinginan. Karena untuk tanaman penghias taman, bukan nilai ekonominya yang diutamakan, tetapi aspek keindahannya dan keasriannya. Selain menyejukkan juga sedap dipandang mata.
Untuk budidaya tanaman penghias taman, ada banyak media tanam dan cara yang bisa dipilih sesuai keinginan. Tidak perlu merogoh kocek yang besar, jika kreatif memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar.
Seperti botol dan gelas plastik bekas, ember dan kaleng bekas, paralon dan kawat bekas, batang pohon pisang, dll. Termasuk sampah organik dari dapur yang bisa diolah jadi kompos untuk pupuknya. Juga air bekas mencuci beras yang dicampur sedikit micin bisa pula digunakan untuk menyiram tanaman agar menghasilkan buah yang lebat, insya Allah, dll.
Allahu a'lam.
*****

No comments:
Post a Comment