Teori Dan Praktek Tidak Selalu Sejalan
Teori dan praktek itu seringkali bersebrangan dan bertolak belakang.
Padahal teori dirumuskan berdasarkan kajian akan kenyataan yang ada di depan mata secara objektif.
Dan praktek dijalankan atas dasar teori yang sudah dirumuskan dan diuji kebenarannya secara ilmiah, norma dan hukum.
Tetapi kerangka teoritis selalu lebih bersih, lebih ideal dan lebih sempurna keberadaannya.
Berbeda dengan praktek yang seringkali menyesuaikan diri dengan keadaan, melanggar teori, menabrak norma dan menyeleweng dari hukum yang berlaku.
Ketika prakteknya salah, orang seringkali mengkambinghitamkan teori sebagai biangkeroknya.
Dikatakannya teori sebagai sudah kedaluwarsa, sudah ketinggalan jaman, sudah tidak relevan dan seabgreg alasan atau argumen dalam rangka mencari pembenaran atas praktek salah yang sudah dilakukannya.
Jarang sekali orang yang dengan jantan dan jujur mengakui kesalahannya, menyadari kekhilafan dan kekeliruannya.
Untuk itulah, ketika teori dan praktek bersebrangan, yang perlu digarisbawahi adalah prakteknya dulu.
Apa benar praktek yang sudah dilakukannya itu tidak melanggar, tidak menyimpang dan tidak menyeleweng?
Perlu dipertanyakan secara benar, perlu diperiksa secara akurat, sehingga bisa ditarik benang merahnya, kesimpulannya yang lebih benar dan objektif.
*****
No comments:
Post a Comment