Wednesday, 8 April 2020

Malam Nisfu Sya’ban

Peribahasa-1

Malam nisfu Sya’ban (malam 15 Sya’ban) adalah malam mulia menurut sebagian kalangan. Sehingga mereka pun mengkhususkan amalan-amalan tertentu pada bulan tersebut. Benarkah pada malam nisfu Sya’ban punya keistimewaan dari bulan lainnya?

Wallahu a'lam!

Yang jelas setiap pekannya, amalan seseorang diangkat yaitu pada hari Senin dan Kamis, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits,

تُعْرَضُ أَعْمَالُ النَّاسِ فِى كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّتَيْنِ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ مُؤْمِنٍ إِلاَّ عَبْدًا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ اتْرُكُوا – أَوِ ارْكُوا – هَذَيْنِ حَتَّى يَفِيئَا
    “Amalan manusia dihadapkan pada setiap pekannya dua kali yaitu pada hari Senin dan hari Kamis. Setiap hamba yang beriman akan diampuni kecuali hamba yang punya permusuhan dengan sesama. Lalu dikatakan, ‘Tinggalkan mereka sampai keduanya berdamai’.”
    (HR. Muslim no. 2565).
Untuk meraih kebaikan di bulan Sya’ban, bisa diraih dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata,

فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِى شَعْبَانَ
    “Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.”
    (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156).
Tentu saja, memperbanyak amalan ibadah yang terbaik adalah rutin dilakukan setiap harinya, bukan hanya dikhususkan pada waktu-waktu tertentu saja, atau pada hari-hari dan bulan-bulan tertentu saja, sementara pada waktu-waktu yang lainnya dilalaikan atau malah dibelakangkan dan dinomor tujuh belaskan.

Allahu a"lam.

*****

sumber:
-- rumaysho.com

No comments:

Post a Comment