Sunday, 19 April 2020

Hukum Sebab Akibat

hukum sebab akibat

Segala sesuatu di dunia ini tidak akan pernah terlepas dari hukum sebab akibat. Ada sebab akan menimbulkan akibat. Ada akibat tentulah ada sebabnya. Begitulah sunatullah yang berlaku. Ada ubi ada talas.
    "Apapun akan mempunyai dampaknya. Segala apapun akan ada efeknya."

Dan keadaan hati ibarat pantulan cahaya. Yang terang dan yang redup tidak akan pernah tertukar. Ia tidak bisa direkayasa oleh lisan yang suka berdusta. Ia bisa menipu banyak orang, tetapi tidak bisa menipu dirinya sendiri.

Kita dan mereka sama-sama rajin, mengapa diri mereka bisa lebih beruntung dari diri kita. Tentu ada sesuatu apanya dengan hati kita, tidak perlu merasa iri dan dengki. Apalagi sampai mencari kambing hitam.

Introspeksi dan mawas diri, begitulah seharusnya. Tidak perlu pakai emosi dan marah-marah. Curhat sana curhat sini, mengadu kesana mengadu kesini. Mengumbar rasa kecewa dan jengkel yang menggerogoti hati.
    "Karena magnet hanya akan menarik besi, bukan menarik kayu ataupun plastik."

Begitulah yang akan terjadi,
    "Ketulusan akan menarik ketulusan,
    kesungguhan akan menarik kesungguhan,
    kebaikan akan menarik kebaikan,
    dan keburukan akan menarik juga keburukan.

Semuanya sudah teratur dalam hukum-hukum-Nya yang mutlak, kecuali Dia menghendaki-Nya lain, untuk memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Allahu a'lam.

*****


No comments:

Post a Comment