![]() |
| Kutipan HR. Muslim, no. 2588 |
Harta sebagian besar dihabiskan untuk kesenangan dunia, membeli pakaian dan perhiasan, membeli peralatan dan perlengkapan, membeli rumah dan kendaraan, nonton bioskop dan piknik.
Sebagiannya dihabiskan buat makan dan minum. Sebagiannya lagi dihabiskan untuk menyembuhkan badan yang sakit setelah lelah mencarinya. Hanya sebagian kecil saja yang dimanfaatkan buat tabungan akherat.
Untuk sedekah hanya uang recehan. Untuk infak hanya sisa uang recehan. Untuk amal jariyah kalau tidak lupa. Untuk anak yatim dan fakir miskin kalau kebetulan ingat. Untuk menolong orang yang lagi kesusahan kalau kebetulan ada, sekalipun ada suka tidak kebetulan, dll.
Begitulah harta kekayaan, berapa pun banyaknya hingga membukit dan menggunung, semuanya akan sia-sia saja. Kecuali, yang dibelanjakan dijalan-Nya, dan yang bisa memberikan manfaat bagi sesamanya karena-Nya.
Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin, karena orang kaya lebih dermawan daripada orang miskin.
Tuhan Azza wa Jalla sudah menjanjikan-Nya,
-
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.”
(QS. Al Hadid: 18).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
-
“Sesungguhnya Allah menerima amalan sedekah dan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, lalu Allah mengembangkan pahalanya untuk salah seorang dari kalian, sebagaimana kalian mengembangkan seekor anak kuda, sampai-sampai sedekah yang hanya sebiji bisa berkembang hingga sebesar gunung Uhud.”
(HR. At Tirmidzi 662, ia berkata: “hasan shahih”).
Maka barangsiapa yang ikhlas karena Allah untuk menyisihkan sebagian hartanya guna menolong sesamanya, maka Allah akan melipatgandakan lagi hartanya, sampai tidak diduga datangnya dan tidak dibayangkan jumlahnya.
Dalam sejarah orang yang ahli sedekah (dermawan), belum pernah ada tercatat dalam tinta emas menjadi bangkrut dan jatuh miskin karenanya. Justru sebaliknya, mereka malah seringkali mendapatkan anugerah rezeki-Nya dengan jalan yang tidak pernah disangkanya dan diduganya.
Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
-
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah, dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.”
(HR. Muslim, no. 2588).
Faktanya, orang-orang super kaya di dunia ini adalah mereka para dermawan yang paling dermawan. Yang mempunyai kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi akan nasib sesamanya yang kurang mampu dan tidak beruntung. Mereka menyisihkan hartanya bukan sekedar uang recehan, bukan sekedar uang ribuan atau ratusan ribu rupiah. Apalagi uang yang sudah dekil dan kumal. Tetapi jutaan dan miliaran US dollar alias setara triliunan rupiah.
Seperti Azim Premji, pengusaha dari India yang telah memberikan sebagian sahamnya, senilai US$ 7,6 miliar (sekitar 102 triliun) ke Azim Premji Foundation yang berfokus pada pendidikan.
(viva.co.id)
Jack Ma, bersama pemerintah China setidaknya telah menyisihkan US$ 75 juta (sekitar 1 triliun) untuk melatih para guru dan kepala sekolah dalam upaya meningkatkan pendidikan di pedesaan.
(viva.co.id)
Bill Gates, bos microsoft ini telah menyumbangkan kekayaannya mencapai US$ 27 miliar (lebih dari 362 triliun) untuk kegiatan amal bersama Bill & Melinda Gates Foundation selama hidupnya.
(liputan6.com)
Warren Buffet, bos Berkshire Hathaway telah menyumbangkan kekayaannya sebesar US$ 21,5 miliar (lebih dari 288 triliun).
(liputan6.com)
George Soros, pensiunan pendiri Soros Fund Management telah mendonasikan kekayaannya mencapai US$ 8 miliar (lebih dari 107 triliun) melalui Open Society Foundation, yaitu jaringan yayasan yang fokus sebagai badan amal dan pengembangan masyarakat, pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan.
(liputan6.com)
pendiri Facebook, Mark Zuckerberg dan istrinya, dokter Priscilla Chan, dinobatkan sebagai orang kaya paling dermawan di Amerika Serikat, mereka telah menyumbangkan hampir US$ 1 miliar (lebih dari13 triliun) kepada sebuah yayasan di Mountain View, pasangan muda ini juga menyumbangkan 18 juta saham Facebook (lebih dari US$ 992 juta/13 triliun) ke Silicon Valley Community Foundation, sebuah badan amal yang mengelola dan mendistribusikan dana amal.
(liputan6.com)
Begitulah hakekatnya sedekah dan beramal jariyah. Ibarat umpan untuk memdapatkan ikan. Seperti mahar untuk mendatangkan rezeki. Itulah harga yang harus dibayarkan untuk meraih kekayaan yang melimpah.
Semakin besar harga yang dikorbankan akan semakin besar pula kemungkinan harta kekayaan yang akan diperolehnya lagi. Dan semakin kecil harga yang dikorbankan akan semakin kecil pula kemungkinan harta kekayaan akan diperolehnya kembali. Sebagaimana kita belanja, besar dan kecilnya budget akan mempengaruhi terhadap banyak dan sedikitnya barang belanjaan. Semakin besar budget, akan semakin banyak pula barang belanjaan yang bisa dibeli. Sebaliknya budget yang kecil, akan membatasi pula barang belanjaan yang bisa dibeli pun akan semakin sedikit.
Begitulah hukum sebab akibat akan berlaku. Seperti magnet yang menarik besi. Seperti lemparan sebuah benda ke atas kepala yang akan ditarik kembali jatuh ke arah dirinya. Seperti gema suara keras dan pelan akan kembali memantul ke arah dirinya.
Allahu a'lam,
*****

No comments:
Post a Comment