![]() |
| Ta'atlah kepada pemimpinmu |
Di dalam kehidupan dan penghidupan di dunia ini eksistensi manusia adalah sebagai seorang pribadi dan sekelompok masyarakat. Sebagai seorang pribadi setiap orang akan bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya sendiri-sendiri. Sebagai sekelompok masyarakat atau suku bangsa ataupun negara setiap orang akan bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan perannya masing-masing di dalam kelompok masyarakatnya atau suku bangsanya atau negaranya.
Sehingga pertanggungjawaban seorang kepala keluarga tidak sama dengan anggota keluarganya. Pertanggungjawaban seorang pemimpin perusahaan tidak sama dengan pertanggungjawaban karyawan perusahaannya. Pertanggungjawaban seorang pemimpin institusi atau organisasi tidak sama dengan pertanggungjawaban anggota institusi atau organisasinya. Pertanggungjawaban seorang kepala daerah atau kepala negara tidak sama dengan pertanggungjawaban warga daerahnya atau warga negaranya.
Begitulah masing-masing orang akan bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan apa-apa yang dipimpinnya. Maka dari itulah orang-orang alim (berilmu) pada jaman dahulu, pada masa generasi salaf, pada enggan dan selalu menolak meskipun ditawari untuk memangku jabatan, karena mereka mengetahui beratnya pertanggungjawaban seorang pemimpin dihadapan Rabb-nya.
Fenomena ini sangat kontras dengan keadaan di jaman now. Di mana bukan hanya pada rebutan untuk memangku jabatan, bahkan dengan segala daya dan upaya. Sampai tidak pantang menghalalkan segala cara untuk merebut dan meraihnya.
Di dalam kehidupan berkelompok, baik pemimpin maupun anggota yang dipimpinnya masing-masing punya hak dan kewajiban yang akan dipertanggungjawabkannya. Hak seorang pemimpin untuk dita'ati dan dipatuhi oleh seluruh anggota yang dipimpinnya. Dan kewajibannya sebagai seorang pemimpin untuk memimpin seluruh anggota yang dipimpinnya dengan baik dan adil juga bijaksana.
Begitupun hak seluruh anggota yang dipimpin untuk menerima perlakuan yang baik, adil dan bijaksana dari pemimpinnya. Dan kewajibannya sebagai orang yang dipimpin untuk menata'ati dan mematuhi pemimpinnya.
Dan kewajiban untuk ta'at ini tolok ukurnya adalah selama pemimpinnya itu tidak memerintahkannya untuk berbuat maksiat kepada Allah. Karena tidak ada kewajiban ta'at dalam perkara bermaksiat kepada Allah.
Allahu a'lam.
*****

No comments:
Post a Comment