Musibah apapun yang terjadi dan dialami oleh manusia, itu semua adalah akibat dari sebab yang sudah diperbuat oleh manusia itu sendiri.
Yang baik dan yang buruk takkan tertukar. Dalam segala hal, apa yang sudah diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla, sudah barang tentu akan membawa akibat buruk dan tidak baik bagi kepentingan manusia itu sendiri.
Adapun dampak buruknya akan dialami oleh manusia itu sendiri, cepat ataupun lambat hanyalah persoalan waktu saja.
Dan ketika manusia sudah tidak lagi mengindahkan hukum-hukum-Nya, sudah tidak lagi mempersoalkan halal dan haramnya tentang sesuatu perkara, ini sama saja dengan manusia itu sudah menentang kekuasaan-Nya.
Dan ketika Allah Penguasa Bumi dan Langit murka, lalu menimpakan azab-Nya, siapakah yang bisa mencegah dan menahannya.
Dalam sejarah peradaban manusia, dari setiap masanya, sudah silih berganti azab demi azab ditimpakan kepada golongan manusia yang suka menentang kekuasaan-Nya, dan yang selamat selalu orang-orang yang beriman.
Di sepanjang jaman, di dalam sejarah peradaban manusia, dari generasi ke generasi, dari setiap masa ke-Nabi-an dan ke-Rasul-an-Nya, sampai kepada generasi kita yang merupakan umat akhir jaman, selalu ada musibah yang Allah turunkan kepada manusia, baik berat ataupun ringan, baik sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman, ataupun sebagai azab bagi orang-orang yang berdosa.
Salah satunya adalah keadaan yang sedang dihadapi saat ini, berupa corona virus covid19 yang sudah membuat geger manusia sealam dunia, yang sudah membuat gempar sejagat maya.
Namun Allah sudah berfirman,
- “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah
niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,”
(QS. At-Taghabun: 11).
Dan musibah itu bisa dikategorikan sebagai ujian bagi orang-orang yang beriman, ataupun sebagai azab bagi orang-orang yang berdosa.
Katakanlah, bahwa itu semacam peringatan ataupun teguran kepada diri kita semua yang seringkali selalu dan terlalu sibuk di luar rumah mengejar kenikmatan dunia, baik kekuasaan, popularitas, dan harta kekayaan, sehingga hampir tidak ada waktu untuk berdiam di dalam rumah, untuk menikmati rumah sebagai sebuah surga di dunia bagi diri kita masing-masing, Kesibukan yang super padat di dalam urusan dunia ini, seringkali menelantarkan urusan ibadah (untuk bekal kehidupan akherat kelak) menjadi terbengkalai dan terlalaikan, tempo-tempo malah terlupakan.
Maka dengan adanya musibah ini, kita ambil hikmahnya, bahwa ini semacam cambuk-Nya yang memaksa diri kita untuk kembali tinggal di dalam rumah beberapa waktu lamanya, melupakan untuk sementara waktu tentang hal-hal yang ada di luar rumah, fokus dan khusyuk untuk memperbanyak amal ibadah, menunaikan shalat, mengeluarkan zakat, bukan semata-mata hanya zakat fitrah, tetapi yang terutama adalah zakat harta bagi si kaya untuk si miskin.
Suka atau tidak suka, ini semua sudah memaksa diri kita untuk menata ulang relasi vertikal (habluminallah) dan relasi horizontal (habluminannas), sebagai penghapus dan penggugur dosa di masa lalu, agar ke depannya bisa menjalani kehidupan yang lebih baik lagi, dalam keadaan yang lebih bersih, sebersih pakaian putih yang bersih dari noda.
Dan dalam sebuah hadits disebutkan,
- "Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.”
(Muttafaqun ‘alaihi).
Maka sudah tepat dan benar apa yang sudah dianjurkan oleh pemerintah dengan kebijakannya, untuk sementara waktu.merumahkan anak-anak sekolah dan para pegawai dalam kondisi darurat seperti dewasa ini, karena sesuai dengan tuntunan agama-Nya, agar sementara waktu tinggal di dalam rumah, membatasi aktivitas keluar rumah atau keluar daerah dan keluar negeri, dan menjadikan rumah sebagi surga dunia, sekaligus tempat yang aman untuk menghindari corona virus covid19.
Dengan selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT di dalam segala kesempatan dan selalu memanjatkan do'a di setiap waktu, semoga kita semua diberi keselamatan.
- "Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur 'awrootii wa aamiin row'aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa 'an yamiinii wa 'an syimaalii wa min fawqii wa a'udzu bi 'azhomatik an ughtala min tahtii."
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh."
(HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
Wallahu a'lam.
*****

No comments:
Post a Comment